Thursday, April 4, 2013

KERAJAAN KUTAI MARTADIPURA (KALTIM)

ILUSTRASI DI AMBIL DARI GOOGLE


Pada zaman dahulu telah berdiri sebuah kerajaan di Kalimantan Timur tepatnya ditepi sungai Mahakam yang diberi nama Kerajaan Kutai Martadipura,kerajaan tersebut disinyalir sebagai kerajaan tertua di Indonesia yang bercorak hindu (abad ke 4M). Kerajaan tersebut memiliki wilayah yang cukup luas hampir mencakup semua wilayah di Kalimantan timur. Di kerajaan kutai tersebut terdapat tujuh buah Yupa dimana merupakan sebuah tiang batu yang bertuliskan huruf pallawa dan menggunakan bahasa sangsekerta yang ditemukan sebagai bukti bahwa benar di daerah kutai Kalimantan timur tersebut dahulu telah berdiri sebuah kerajaan. Yupa tersebut juga diyakini sebagai tiang untuk mengikat hewan kurban yang akan dipersembahkan untuk para brahmana (dewa-dewa kepercayaan pada masanya).
Konon katanya kerajaan kutai pernah mengalami masa keemasan pada pemerintahan Mulawarman anak dari Asawarman dan cucu dari Kudungga. Terbukti bahwa raja mulawarman mampu mempersembahkan 20.000 ekor sapi untuk para brahmana. Namun di yakini bahwa raja pertama yang memerintah kerajaan kutai bernama Kudungga,dan raja kudungga itu mempunyai putra yang bernama Asawarman. Dan dari Asawarman mempunyai putra lagi yang diberi nama Mulawarman (menurut isi prasasti yang ada).
Kehidupan ekonomi pada masanya tergolong sangat baik karena dapat terlihat dari letak geografis kerajaan kutai yang berada dijalur perdagangan antara cina dan india,disamping itu kerajaan kutai juga menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagan,jadi masyarakat kutai selain bertani mereka juga berdagang.
Terbunuhnya Maharaja Dharma Setia oleh Aji Pangeran Anum Panji menandakan bahwa kerajaan kutai tersebut telah runtuh (berakhirnya kerajaan kutai) dan Maharaja Dharma Setia tersebut juga dinobatkan sebagai raja terakhir dari kerajaan kutai tersebut.
Nama raja-raja kutai
Maharaja Kudungga mendapat gelar Anumerta Dewawarman (sebagai pendiri kerajaan kutai)
Maharaja Asawarman (anak dari maharaja kudungga)
Maharaja Mulawarman (anak dari maharaja asawarman)
Maharaja Marawijaya Warman
Maharaja Gajayana Warman
Maharaja Tungga Warman
Maharaja Jayanaga Warman
Maharaja Nalasinga Warman
Maharaja Nala Parana Tungga
Maharaja Gadingga Warman Dewa
Maharaja Indra Warman Dewa
Maharaja Sangga Warman Dewa
Maharaja Candrawarman
Maharaja Sri Lanka Dewa
Maharaja Guna Parana Dewa
Maharaja Wijaya Warman
Maharaja Sri Aji Dewa
Maharaja Mulia Putera
Maharaja Nala Pandita
Maharaja Indra Paruta Dewa
Maharaja Dharma Setia